Minggu, 14 Agustus 2011

TUGAS 2


 Nama :  Deasy Yuanita N.S
NISN : 9958817787
kelas   :  XI TKJ A
Sekolah : SMKN 08 Malang
Mata pelajaran : "setting ulang LAN (local area network)"

    DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
      Fungsi dari DHCP :
1.     ~ DHCP memnungkinkan mengkonfigaurasi secara otomatis, sehingga dapat
sangat menyedarhanakan management jaringan.
~DHCP dapat memberikan mekanisme bagi menagement lokal untuk
mayoritas client TCP/IP pada internetwork.contohnya parameter seperti route default dapat dikonfigurasi secara tersentralisasi tanpa harus mengunjungi tiap host dan melakukan perubahan secara manual.
~Dengan DHCP satu server DHCP dapat melayani beberapa client pada
beberapa jalur dalam interwork
    
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.


    DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

   SSID adalah sebuah metode/ cara jaringan wireless yang digunakan sebagai pengenal atau nama sebuah WLAN. Singkatnya dalam bahasa inggris “Public name of wireless network service”. Kepanjangan dari SSID itu sendiri adalah Service Set IDentifier. SSID ini pula merupakan sebuah token yang bisa mengenal  jaringan wireless dengan standar perangkat bernomor 802.11. SSID mempunyai 32 karakter khusus yang menampilkan identifier sebagai header paket yang dikirim melalui WLAN. Identifier ini bertugas sebagai password level device ketika perangkat mobile yang mencoba untuk connect ke Basic Service Set (BSS).

    Limited connectivity merupakan suatu eror di mana sebuah komputer mengalami masalah ketika terhubung pada jaringan dan mungkin tidak dapat mengakses Internet atau komputer lainnya pada jaringan. Terkadang komputer menghasilkan eror ini karena ketidaksengajaan, dan pengguna komputer akan mengabaikannya jika mereka telah mendapatkan koneksi Internet telah bekerja kembali. Pada keadaan lainnya, beberapa troubleshooting untuk mengetahui akar permasalahannya mungkin dibutuhkan. 


    pada komputer muncul pesan "System Ip Conflict with other computer" dan ini artinya komputer mengindikasikan ada ip address yang sama. . Padahal pada kenyataanya saya sudah cek semua bahwa ip address berbeda2 dari range 192.168.1.1 - 192.168.1.11. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan teman dan juga googling sana sini dikit , ternyata ini merupakan ARP spoofing, gak jelas apa ini virus atau malware tadi yang pasti antara dua itu .
cara mengatasinya yaitu :
- Langkah pertama yang dilakukan adalah , download malwarebyte dan juga jangan lupa update avg dikomputer server terlebih dahulu .

- Langkah selanjutnya adalah cabut semua kabel LAN, lalu untuk giliran pertama scan komputer server dengan malware byte lalu disusul dengan AVG , selanjutnya ke semua client ( dalam posisis kabel LAN kecabut semua )

- Nanti bisa ketahuan mana yang komputer suspect sebagai biang yang membuat System Ip Conflict , yang menyamarkan semua address mac komputer sama .

- kalau ada salah satu komputer yang di scan dengan malwarebyte tidak bisa dibersihkan ( kasus saya kemaren sampai 200 erors ) dan ketika mau di bersihkan dia mendisable registry sendiri dan selalu restart2 terus, hajar saya tuh pc ! install ulang ! dari pada install ulang smua :D.

- setelah semua pc bersih , langkah selanjutnya adalah untuk pencegahan . Kalau yang ini sih saya dapat dari tutorial di website lain . Catat semua mac address setiap komputer , dengan cara ketik ipconfig/all di prompt/dos . ( physical address merupakan mac address )

setelah di catat semua komputer, bikin Bat file dan namakan saja dengan antiarp.bat misalkan lalu dijalankan di startup di setiap komputer , sehingga setiap komputer nyala akan mengeksekusi antiarp.bat .

gak tau cara jalanin di startup ? dari start menu klik kanan —> open —->program —> start up

lalu dari menu file pilih new — -> shortcut dan pilih antiarp.bat


    Kapan kita menggunakan DHCP ??
Untuk mengadministrasi sebuah jaringan kecil, pemberian ip static sangat memudahkan bagi administrator jaringan. Namun jika jaringan sudah mulai luas kemungkinan untuk menggunakan ip yang sama akan lebih besar sehingga menyebabkan konflik. Dengan dasar ini maka penggunaan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server sangat dianjurkan.
Fungsi utama dari DHCP Server ini adalah memberikan IP kepada host atau komputer yang tersambung kepada jaringan tersebut secara otomatis. Hal ini hanya berlaku jika komputer tersebut menggunakan setting IP dengan DHCP atau di Windows mengaktifkan pilihan "Obtain IP Address Automatically".
Bagaimana jika telah ada komputer yang terhubung dengan jaringan dan menggunakan IP statis? Tidak ada masalah.IP tersebut tidak akan diberikan pada komputer yang akan meminta IP pada DHCP Server.IP Komputer yang sebelumnya sama dengan IP statik akan diganti oleh DHCP server.
    Contoh: Jika terdapat sebuah DHCP Server dengan range IP 192.168.1.100 sampai dengan 192.168.10.200, maka setiap komputer yang terhubung pada jaringan tersebut dan mengaktifkan penggunaan DHCP, maka DHCP Server akan memberikan alamat IP pada range diatas yaitu antara 100 - 200. Biasanya DHCP Server memberikan IP pada range paling atas terlebih dahulu. Jika pada contoh kita ini baru satu yang menggunakan DHCP maka kemungkinan besar mendapat IP 192.168.1.200. Jika pada jaringan tersebut terdapat sebuah komputer dengan IP Statik dan masih dalam range dari IP DHCP Server maka DHCP Server tidak akan menggunakan IP tersebut untuk diberikan kepada pengguna DHCP yang lain.
File Konfigurasi
    Nah sekarang saatnya membuat DHCP Server Untungnya di Slackware kita sudah tersedia DHCP server. Kita hanya perlu mengutak - atik sebuah file yaitu : /etc/dhcpd.conf Ya, hanya itu. Tapi tidak seperti file konfigurasi biasanya, kali ini (Slackware 12) file tersebut tidak ada isinya : cat /etc/dhcpd.conf # dhcpd.conf # # Configuration file for ISC dhcpd (see 'man dhcpd.conf') # Nah, lho. Begitu buka man dhcpd.conf malah tambah pusing. Tapi ternyata masih ada yang bisa kita gunakan untuk contoh (harapan muncul lagi). Syukurlah Linux punya dokumentasi yang sangat bagus (siapa bilang dokumentasi Linux kurang? kecuali malas baca dokumentasi yang berbahasa Inggris). Ada dokumentasi dari masing - masing software, dan juga ada Howto yang sudah ada waktu instalasi (kecuali tidak di install). Dari dokumentasi dhcpd terdapat sebuah file contoh. Tepatnya disini : /usr/doc/dhcp-3.0.5/examples/dhcpd.conf tinggal copykan saja file example tersebut ke /etc/, selanjutnya kita mendapat file konfigurasi yang tinggal diedit sedikit untuk membuat sebuah DHCP Server. #cp /usr/doc/dhcp-3.0.5/examples/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf
Gateway & Nameserver
    Nah dibagian - bagian awal ada ini : option domain-name "example.org"; option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org; Dua baris pertama adalah setting gateway, baris atas adalah domain-search, sedangkan dibawahnya adalah namaservernya. Silahkan di edit sesuai dengan kebutuhan Untuk konfigurasi yang saya gunakan : option domain-name "domainku.com"; option domain-name-servers 192.168.1.254; Baris kedua harus diisikan dengan ip atau nameserver yang valid, atau Client DHCP kita tidak bisa mengakses public domain. Berhubung saya sudah membuat sebuah DNS Server pada ip 192.168.1.254 maka itu yang saya gunakan. Kita juga diharuskan untuk menambahkan baris berikut sesuai aturan dari Internet Systems Consortium. Kalau tidak percaya beri tanda # untuk menjadikannya komentar dan dijamin dhcp servernya tidak mau start. ddns-update-style ad-hoc;
Lease-Time
    Selanjutnya bisa ditebak, opsi untuk menentukan waktu dari DHCP Server untuk melakukan pemberian IP dan pengecekan kembali dari Host apakah masih aktif atau tidak. default-lease-time 600; max-lease-time 7200; Biarkan saja seperti itu, better keep it default. :D Masih ada beberapa opsi lagi, seperti log dan autorisasi. Namun seperti opsi diatas better keep it default.
Range IP / Subnet
    Berikutnya adalah penentuan range ip atau yang dikenal dengan subnet. Pada contoh dhcpd.conf kita terdapat beberapa subnet contoh, dan bisa digunakan sebagai acuan. subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.1.100 192.168.1.200; option routers 192.168.1.254; } Pada konfigurasi subnet diatas, kita membuat DHCP Server pada network 192.168.1.0 dengan netmask 255.255.255.0 dengan range IP DHCP adalah 192.168.1.100 - sampai dengan 192.168.1.200. Pada bagian ini juga ada option routers yang berarti ip gateway dari IP DHCP. Opsi routers juga bisa ditempatkan diluar (Global) sehingga secara default akan memasukkan option routers pada subnet kecuali disebutkan secara eksplisit. Kita juga bisa memberikan ip tertentu pada suatu host tertentu misalnya : host pegasus { hardware ethernet 00:16:EC:4B:98:B6; fixed-address 192.168.10.99; } Dengan konfig tersebut setiap kali komputer dengan mac-address 00:16:EC:4B:98:B6 terhubung dan meminta IP pada DHCP Server maka akan di berikan ip 192.168.10.99. Opsi - opsi yang lain juga masih banyak silahkan mempelajari file dhcpd.conf example tersebut, atau bisa baca manual / dokumentasi yang lebih lengkap mengenai DHCP Server. Namun dengan konfigurasi diatas kita sudah bisa mempunya sebuah DHPC Server.
Konfigurasi Lengkap ;)
    Berikut adalah config lengkap dari dhpcd.conf yang saya gunakan : option domain-name "domainku.com"; option domain-name-servers 192.168.1.254; ddns-update-style ad-hoc; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.1.100 192.168.1.200; option routers 192.168.1.254; } host pegasus { hardware ethernet 00:16:EC:4B:98:B6; fixed-address 192.168.10.99; }
Mengaktifkan DHCP Server
    Selanjutnya tentu saja mengaktifkan dhpcd servernya : /usr/sbin/dhpcd Supaya aktif tiap kali boot, tinggal masukkan di rc.local. echo "/usr/sbin/dhpcd" >> /etc/rc.d/rc.local Untuk menggunakannya, pilih Obtain IP Address Automatically di windows atau ketikkan perintah dhcpcd -d eth0 sebagai root di konsole Linux # dhcpcd -d eth0 Jika yang akan di berikan ip address adalah eth0. Jika sudah periksa dengan perintah ifconfigipconfig command prompt windows. dilinux atau 
    LANGKAH-LANGKAH MENUJU SUKSES. !
    1. Impikan apa yang anda inginkan.
    2. Dispiln, terutama dalam mencari ilmu.
    3. Percaya diri.
    4. Jujur.
    5. Berani dan yakin dalam mengambil tindakan.
     
    Tugas-tugas dari administrator!
      1.    Mendefinisikan dan mengidentifikasi  atribut-atribut yang digunakan oleh user
2.     Merencanakan servis sistem yang sudah tidak layak atau sudah habis massanya
3.     Mengkonfigurasi hak akses dari user
4.     Melakukan pengupgrade-an software
5.     Merancang dan melakukan instalasi terhadap software dan hardware terbaru
6.     Melakukan tuning terhadap kinerja sistem komputer
7.     Melakukan backup dan restore data pada sistem komputer
8.     Memberikan solusi  terhadap setiap masalah jaringan yang terjadi
9.     Melakkukan monitoring terhadap space harddisk
10. Penulisan bahasa pemrograman
     Pengertian dan tugas-tugas dari system administrator !
     System administrator atau sering disebut dengan sys.admin adalah seseorang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan sebuah sistem komputer atau jaringan yang berjalan setiap harinya. Seorang sys.admin bisa menyelesaikan segala jenis persoalan mengenai komputer yang tentunya pengetahuannya diatas rata-rata seorang technical support yang bertanggung jawab penuh tentang sistem komputer. Tugas utamanya adalah memastikan sistem tetap berjalan lancar dalam memberikan pelayanan kepada pengguna
     
  • Meng-install software dan hardware baru
  • Mendukung dab memelihara server atau sistem komputer lainnya
  • Merencanakan servis sistem yang masanya sudah habis atau tidak layak lagi
  • Menambah user baru
  • Konfigurasi hak akses
  • Upgrade software
  • Memberikan solusi setiap masalah yang ada.
  • Melakukan proses monitoring terhadap space harddisk dan melakukan backup file-file atau direktori yang penting.
 
     Tool-tool yang di butuhkan dalam Tehnical Support .
    - Radmin
    - Telnet
    - Angry IP Scanner
    - Rutty
    - WinSCP
    - wireShark
    - mrtg
    - snmp

    Maksud dari Cloud Computing .
   
   Satu lagi kalimat yang memuat kata cloud yang akan saya bahas pengertiannya, ya.. setelah sebelumnya saya membahas pengertian tag clouds, kini saya akan membahas apa itu yang dimaksud dengan cloud computing.

Cloud computing adalah istilah untuk kegiatan menyelesaikan suatu proses atau perhitungan melalui internet dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh suatu kumpulan komputer yang saling terhubung di suatu tempat.

    Maksud dari Grid Computing.

    Grid Computing adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar.

     Perbedaan antara Domain dan Hosting .
    Apa itu domain? domain merupakan nama unik/alamat untuk website anda, domain merupakan nama yang diakhiri dengan .com, .net, .org, .biz, .tv dan lain-lain. Jadi apabila seseorang ingin melihat file-file HTML milik saya maka mereka cukup menulis www.deasyyuanita.com pada browser maka otomatis website saya akan muncul. Karena domain deasyyuanita.com telah menjadi milik saya. Anda pun dapat membeli sendiri domain untuk anda, tinggal pilih nama yang bagus dan anda akan memiliki domain anda sendiri. Untuk domain biayanya biasanya pertahun, dan setelah anda memiliki domain maka domain tersebut tidak bisa dimiliki oleh orang lain kecuali anda tidak lagi membayarnya. Jika anda memiliki domain deasyyuanita.com maka URL(Uniform Resource Locator) anda adalah http://www.deasyyuanita.com.
     hosting merupakan tempat untuk menyimpan dokumen HTML anda. Biasanya perusahaan yang menjual hosting juga menjual domain jadi anda membeli domain sekaligus menyewa hosting untuk menyimpan file HTML anda. Pembayaran hosting biasanya bulanan.

      Kabel UTP .
  
Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 – 7 diambil dari wikipedia.
  • cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
  • cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
  • cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps
  • cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.
  • cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
  • cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
  • cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
  • cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
  • cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.


Kamis, 04 Agustus 2011

Nama :  Deasy Yuanita N.S
NISN : 9958817787
kelas   :  XI TKJ A
Sekolah : SMKN 08 Malang
Mata pelajaran : "setting ulang LAN (local area network)"




MEDIA-MEDIA YANG DIGUNAKAN DALAM JARINGAN LAN

a.  Server
        di dalam jaringan server merupakan sebuah komputer yang di gunakan untuk melayani komputer-komputer lainya. biasaya komputer yang digunakan untuk server di butuhkan RAM yang besar, dan aplikasi-aplikasi khusus. contohnya DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya.
Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.Sedangkan klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.

b.  workstation
         workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan, biasanya di gunakn untuk sharing data, sharing printer, dll. workstation di manfaatkan baik antara komputer dengan komputer atau komputer dengan server.

c. network interface card (NIC)
        NIC adalah sebuah kartu yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan komputer.
fungsi NIC adalah mengontrol data antara komputer dengan kabel, menerima data yang di kirim dengan menerjemahkan ke dalam bit.

d. HUB dan switch
        HUB merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. HUB tdk Mengenal MAC Addressing / Physical Addressing shingga tdk bisa memilah data yg harus ditransmisikan shingga collision tdk bisa dihindari dari penggunaan HUB ini.
        SWITCH merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. dia bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana.
          dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.